Tuhan Melibatkan Kita Mewujudkan Realita Bagian 3

Oleh : Arif Rh

thomasyoungSebenarnya sangat banyak riset ilmuwan yang berupaya mengungkap bagaimana perilaku atom, partikel dan quantum. Namun ada satu percobaan yang menurut saya paling menarik dan paling sederhana untuk dibahas adalah percobaan dua celah (double slit experiment) yang dilakukan Thomas Young. Percobaan fisika ini awalnya bertujuan untuk mengetahui apakah cahaya itu partikel (particle) ataukah gelombang (wave)? Perlu anda ketahui di sini bahwa partikel itu “makhluk” yang benar-benar berbeda dari gelombang. Partikel bisa kita definisikan sebagai “gumpalan kecil sari bahan”. Sementara gelombang adalah “gangguan tak berbentuk yang dapat menyebar dan berhamburan kemana-mana”. Secara logika TIDAK MUNGKIN sesuatu itu bersifat keduanya. Mana mungkin sesuatu berada di suatu koordinat tertentu namun juga sekaligus menyebar dan berada dimana-mana? Itu pertanyaan para ilmuwan pada waktu itu.

Namun apa yang terjadi selanjutnya? Ternyata percobaan tersebut yang menunjukkan suatu fakta yang sangat-sangat mencengangkan. Setelah diulangi berkali-kali disimpulkan bahwa niat, pengamatan dan perhatian kita ternyata mempengaruhi / menentukan perilaku partikel, atom, quantum (di sini saya tidak merisaukan penyebutan ketiganya sekaligus). Nah saya akan jelaskan bagaimana percobaan tersebut namun saya rekomendasikan setelah anda membaca sempatkan mampir ke www.youtube.com. Cari video tentang double slit experiment. Di situs itu banyak versi video double slit experiment, ada yang futuristik, ada yang kartun dan sebagainya. Adapun yang menjadi acuan penjelasan saya ini adalah video yang saya temukan di sini http://www.youtube.com/watch?v=DfPeprQ7oGc. Atau anda cari saja dengan kata kunci Dr. Quantum Double Slit Experiment. Anda akan mengenalinya nanti karena adegan dalam video tersebut saya “crop” di sini. Baiklah saya akan uraikan apa yang dijelaskan dalam video tersebut. O ya dalam video double slit experiment ini partikel diilustrasikan sebagai bola-bola kecil (marbels). Sementara untuk gelombang diilustrasikan dengan riak gelombang pada air.

Pada sesi pertama bola-bola kecil ditembakkan secara beruntun pada sebuah papan yang memiliki satu celah. Akibatnya akan ada bola-bola yang mengenai papan dan ada juga yang melewati satu celah kemudian mengenai dinding di belakang papan. Jika sesi ini dilakukan cukup lama maka akan bisa dilihat bahwa pola yang terbentuk pada dinding adalah sebuah garis yang sejajar dengan celah yang dilewati bola. Perhatikan gambar berikut ini.

ilustrasi1

ilustrasi2

Pada sesi kedua kembali bola-bola kecil ditembakkan. Namun kali ini papan penghalangnya memiliki dua celah. Dan yang terjadi adalah akan ada bola-bola yang menabrak dinding dan akan ada pula bola-bola yang berhasil melewati kedua celah di papan dan menabrak dinding di belakangnya. Akibatnya terbentuk pola di belakang dinding berupa dua garis yang sejajar dengan dua celah yang dilewati. Perhatikan gambar berikut ini.

ilustrasi3

ilustrasi4

Pada sesi ini giliran gelombang air dilewatkan pada papan dengan satu celah. Hasilnya ternyata sama dengan bola-bola ketika ditembakkan ke papan satu celah. Gelombang pada air tersebut akan melewati celah dan menabrak dinding dengan pola membentuk sebuah garis yang sejajar dengan celah. Perhatikan gambar berikut ini.

ilustrasi5

ilustrasi6

Nah dari keempat sesi percobaan tersebut di atas kita bisa mengambil beberapa kesimpulan berikut ini :

  • Partikel (yang dalam hal ini diwakili oleh bola-bola) ketika melewati papan satu celah perilakunya akan membentuk pola satu garis di dinding.
  • Partikel (yang dalam hal ini diwakili oleh bola-bola) ketika melewati papan dua celah akan membentuk pola dua garis di dinding
  • Gelombang (yang dalam hal ini diwakili gelombang air) ketika melewati papan satu celah perilakunya akan membentuk pola satu garis di dinding
  • Gelombang (yang dalam hal ini diwakili gelombang air) ketika melewati papan dua celah akan membentuk banyak garis di dinding.

Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi jika percobaan tersebut dilakukan pada “dunia quantum” dimana dalam hal ini yang diteliti adalah cahaya. Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya percobaan ini untuk mengetahui cahaya itu sebenarnya partikel ataukah gelombang? Pada saat cahaya ditembakkan ditembakkan pada papan satu celah yang terjadi adalah terbentuk pola satu garis pada dinding di belakang papan. Perhatikan gambar berikut ini.

ilustrasi7

ilustrasi8

Saat cahaya ditembakkan pada papan dengan dua celah, terjadi sesuatu hal yang mengejutkan karena pola yang terbentuk pada dinding di belakang papan adalah banyak garis . Perhatikan gambar berikut ini.

ilustrasi9

ilustrasi10

Fakta ini mencengangkan. Ini membuktikan bahwa asumsi sebelumnya bahwa cahaya berperilaku seperti marbels alias partikel tidak benar. Buktinya, saat ditembakkan melewati dua celah cahaya berperilaku seperti gelombang. Lalu cahaya ini sebenarnya partikel atau gelombang? Di sini masih menggunakan kata ATAU karena para ilmuwan berprinsip bahwa sesuatu TIDAK MUNGKIN BERSIFAT DUA-DUANYA. Tidak mungkin ya sebagai partikel sekaligus sebagai gelombang. Kemudian para ilmuwan menduga bahwa mungkin pola banyak garis itu tercipta karena “partikel cahaya” ditembakkan dalam jumlah banyak secara acak sehingga sangat mungkin terjadi percampuran (interferensi) antar “partikel” satu sama lain yang mengakibatkan efek seperti perilaku gelombang.

Oleh karenanya untuk memastikan maka dilakukan percobaan lanjutan dimana “partikel cahaya” ditembakkan secara satu per satu. Namun yang terjadi sungguh mengherankan. Ketika penembakan “partikel cahaya” secara “satu per satu” dilakukan lebih dari satu jam ternyata pola yang terbentuk pada dinding di belakang papan dua celah kembali membentuk banyak garis. “Partikel cahaya” ini TETAP berperilaku seperti GELOMBANG, dan BUKAN PARTIKEL. Ini mengherankan. Karena itu kata “partikel cahaya” di sini saya beri tanda kutip terus hingga catatan selesai. Alias menjadi tidak tepat disebut partikel. Mengapa mengherankan? Begini.

Jika “partikel cahaya” ditembakkan satu per satu pada papan dua celah dan masih saja menimbulkan pola dua garis. Artinya saat satu “partikel cahaya” ditembakkan, “partikel cahaya” itu berperilaku sangat aneh, yaitu :

  • Kadang hanya memilih lewat celah yang kanan
  • Kadang tidak melewati kedua celah sama sekali
  • Kadang melewati keduanya sekaligus, dan
  • Kadang hanya memilih celah yang kiri.

Bagaimana mungkin itu terjadi? Secara matematis itu sulit untuk dijelaskan. Akhirnya diputuskan oleh para ilmuwan untuk mengamati salah satu celah saja ketika “partikel cahaya” tersebut ditembakkan. Apa yang terjadi? “Partikel cahaya” akan memilih melewati celah sebagaimana yang diniatkan, diberi fokus dan perhatian untuk diamati. Woooow sangat sangat amazing !!! Memporakporandakan tatanan pengetahuan. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :

  • Cahaya memiliki dua sifat sekaligus (yang sebenarnya secara logika bertentangan) yaitu partikel sekaligus gelombang. Ini disebut dualitas partikel gelombang atau wave-particle duality.
  • Niat, perhatian dan pengamatan SI PENELITI mempengaruhi perilaku cahaya.
  • Saat tidak diamati cahaya adalah sesuatu yang bersifat gelombang (wave) dan saat diamati fungsi gelombang ini runtuh (collapsing wave function) dan menjadi partikel.

Fenomena mengherankan ini juga ditegaskan oleh fisikawan ternama bernama Neils Bohr dan Warner Heisenberg. Beliau mengungkapkan dunia atom itu adalah “dunia yang tidak jelas sulit untuk dijelaskan”. Tanpa mengamati maka atom adalah “hantu”. Atom hanya ada jika kita meniatkan mencarinya. Kalau mencari lokasinya kita bisa menemukannya. Jika berniat mengukur kecepatannya kita akan menemukan partikel yang bergerak. Tapi kita tidak akan menemukan lokasi dan kecepatannya bersamaan. Prinsip yang berlaku di dunia atom adalah ketidakpastian. Dan ketidakpastian itu baru menjadi kepastian saat kita berniat, memberikan perhatian dan mengamati sebuah keadaan tertentu. Ini menurut saya impikasinya sangat spiritual. Kita harus bijaksana memahami soal takdir. Karena temuan ini menunjukkan, manusia sebenarnya terlibat dalam menciptakan realitas (kenyataan). Kita terlibat dalam proses mengaktualkan samudera potensi kemungkinan kejadian tiada batas.  (Bagian 4)

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Tuhan Melibatkan Kita Mewujudkan Realita Bagian 3

Comments are closed.