Cara menghitung Index Massa Tubuh dan Malnutrisi

Kali ini kami akan ulas seputar Cara menghitung Index Massa Tubuh dan Malnutrisi. Untuk menghitung Index Massa Tubuh (IMT) dibutuhkan data berat badan (dalam kilogram) dan tinggi badan (dalam meter), usia (tahun dan bulan) serta jenis kelamin. Silakan lihat table referensi sesuai dengan jenis kelamin, lalu lihatlah usia dalam tahun dan bulan.

Cara menghitung Index Massa Tubuh dan Malnutrisi

Rumus perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah sebagai berikut:

Berat Badan (kg) : (Tinggi Badan)2 (m)

Badan Kesehatan Dunia membuat kurva IMT berdasarkan usia sebagai panduan penentuan status gizi sesuai jenis kelamin. Caranya adalah dengan mencocokkan usia (pada sumbu X dalam unit tahun dan bulan), dan hasil perhitungan IMT di sumbu Y, dan lihatlah kategori status gizi kita berdasarkan titik temu kedua variable tersebut, dengan penggolongan berikut ini.

  1. Sangat kurus: BMI z score < -3
  2. Kurus: BMI z score > -3 dan BMI z score < -2
  3. Status gizi sehat: BMI z score > -2 dan BMI z score < +1
  4. Kelebihan berat badan (overweight): BMI z score > +1 dan BMI z score < +2
  5. Obesitas: BMI z score > +2
Cara menghitung Index Massa Tubuh dan Malnutrisi

Berdasarkan perhitungan status gizi, seseorang dapat dinilai apakah telah memiliki kondisi yang sehat, atau mengalami malnutrisi. Malnutrisi dapat digolongkan menjadi dua hal, kekurangan atau kelebihan gizi. Kekurangan gizi terdiri dari stunting (lebih pendek dari tinggi anak seusianya), kurus (IMT kurang), atau gemuk (IMT berlebih).

Bagi gizi kurang maupun gizi lebih akan memiliki efek pada kesehatan kita saat ini serta di masa yang akan datang. Misalnya, remaja dengan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung di masa yang akan datang.

Malnutrisi yang sering terjadi pada semua usia termasuk remaja terdiri dari:

1. Kurus atau kurang energi kronis (KEK)

Masalah kurus atau KEK pada remaja dapat terjadi karena adanya kekurangan asupan zat gizi atau pola makan dengan gizi yang tidak seimbang.

2. Kegemukan atau obesitas

Kegemukan atau obesitas pada remaja biasanya terjadi karena pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

Pesan Kunci
  1. Identifikasi masalah gizi saat remaja dapat dilakukan dengan pengukuran status gizi, salah satunya dengan perhitungan IMT.
  2. Pencegahan masalah gizi saat dewasa dapat dilakukan mulai dari remaja, contohnya dengan peningkatan kualitas pola makan dan aktivitas fisik.
  3. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur status gizi pada remaja adalah Indeks Massa Tubuh menurut usia.

Sekian info mengenai Cara menghitung Index Massa Tubuh dan Malnutrisi, kami harap postingan ini mencerahkan teman-teman semua. Kami berharap postingan ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Reply

rails
ruby